Dalam hadits riwayat Imam Turmudzi, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اللهمَّ أعِزَّ الإسلامَ بأحبِّ هذين الرجُلين إليك بأبي جهلٍ أو بعمرَ بنِ الخطابِ فكان أحبُّهما إلى اللهِ عمرَ بنَ الخطابِ
“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang paling Engkau cintai, Abu Jahal atau Umar bin Khattab. Ternyata yang paling dicintai Allah adalah Umar bin Khattab.” Rasulullah berdoa demikian bukan tanpa alasan, melainkan guna mengajarkan bahwa berjalannya suatu misi perlu didukung oleh kekuatan. Kuat dalam segala hal, termasuk kekuatan jasmani untuk melindungi proses berjalannya kebaikan dari orang-orang tidak bertanggung jawab yang memberikan ancaman. Rasulullah SAW juga bersabda:
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ
“Orang iman yang kuat lebuh baik dan lebih dicintai oleh Allah dari pada orang iman yang lemah.” [HR. Muslim]
Setidaknya, ini adalah dalil dari sekian banyak dalil perihal pentingnya seni bela diri. Seorang seniman bela diri asal Brazil; Saulo Mendonça Ribeiro Filho. “Bukan apa yang akan kamu ambil dari seni bela diri, melainkan apa yang harus kamu berikan pada seni bela diri.” Ungkapan Saulo Ribeiro (sapaan akrabnya) ini, senada dengan prinsip dari Pimpinan Ponpes Aulia Cendekia Pekanbaru; Kiyai Masduki Fadly, S.Sos.I. Dalam suatu kesempatan, saat memberikan apresiasi kepada santrinya yang berhasil menyabet gelar juara ajang perlombaan seni bela diri, beliau menyampaikan, “Kalian belajar seni bela diri bukan untuk menganggu orang lain. Tapi untuk melindungi diri dan orang-orang dari gangguan orang lain. Jadi, niat kalian dari belajar bela diri ini adalah membantu orang lain.”
Di Ponpes Aulia Cendekia Pekanbaru, seni bela diri menjadi satu dari sekian program ekstrakurikuler yang ada. Tak hanya ada sebagai pelengkap, seni bela diri di Ponpes ini benar-benar diprogram secara serius. Terbukti, berbagai juara, runner-up dan penghargaan berhasil diraih oleh santriwan-santriwati Ponpes Aulia Cendekia Pekanbaru dalam berbagai ajang perlombaan bela diri.


Termutakhir, dalam ajang lomba Silat Riau Championship 2025 yang diadakan pada 18-20 Juli 2025 di Aero Sport Pekanbaru, Jl. Kaharuddin Nasution, Kec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Ponpes Aulia Cendekia Pekanbaru berhasil meraih kejuaraan. Prestasi ini diraih oleh Ananda Arfan juara 1 laga usia dini kelas under A dan Nur Izanata juara 1 laga usia dini kelas A. Prestasi ini hanyalah sebagian kecil dari sekian prestasi seni bela diri yang diraih oleh Ponpes Aulia Cendekia Pekanbaru. Melalui partisipasi, prestasi dan konsistensi, lagi-lagi menjadi bukti bahwa dunia pesantren tidak hanya diajari untuk berkutat dengan keilmuan dan keislaman saja. Namun, ia terus berinovasi dalam menjawab tantangan dan kebutuhan zaman.