Seorang ulama ahli hadits dan sejarawan muslim ternama; Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Kitab Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari membahas sejarah tahun baru Islam atau penanggalan kalender Islam dalam Bab Tarikh.
Ada banyak sekali pertentangan pendapat para ulama perihal sejarah tahun baru Islam. Namun, pendapat yang paling masyhur mengatakan, bahwa penetapan awal tahun baru Islam terjadi pada masa kepemimpinan Sayyidina Umar bin Khattab ra (634-644 M/13-23 H) setelah sahabat Abu Bakar ra (632-634 M/11-13 H).
Para sahabat menetapkan awal tahun baru Islam berdasarkan peristiwa hijrah Rasulullah melalui firman Allah perihal pembangunan masjid Quba,
لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ
يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ
فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ
وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ
“Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.”
(Surat At-Taubah ayat 108)
Kata أول يوم atau “sejak hari pertama” merupakan hari di mana waktu pertama kemuliaan Islam, hari di mana Nabi Muhammad saw beribadah dengan rasa aman, dan hari di mana Rasulullah saw dan umat Islam membangun pertama kali sebuah masjid sebagai rumah ibadah.
Mengapa tahun baru Islam dimulai dari periode hijrahnya Rasulullah, sehingga disebut Hijriah?
Para sahabat (setelah melalui serangkaian diskusi) sependapat bahwa peristiwa tersebut menjadi awal mula penanggalan kalender tahun baru Islam.
Setidaknya, ada empat opsi yang diusulkan para sahabat untuk menentukan awal tahun baru Islam, yaitu waktu kelahiran (maulid), waktu pengangkatan kenabian-kerasulan, waktu hijrah ke Madinah, dan waktu wafat Nabi Muhammad saw.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib termasuk sahabat yang mengusulkan jika kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam cocok untuk dijadikan barometer penentuan kalender tahun baru Islam. Namun para sahabat, pada waktu itu, khawatir jika hal tersebut pada akhirnya akan menimbulkan fanatisme berlebihan dan pengkultusan kepada Rasulullah, sebagimana kaum Nasrani menuhankan Nabi Isa AS.
Oleh karena itu, Sayyidina Umar berpendapat bahwa sebaiknya periode hijrah Rasulullah dijadikan sebagai awal tahun baru Islam. Sebab, saat Rasulullah hijrah, Islam menjadi mulia dan perkara yang hak dan batil menjadi terpisahkan.
Selain itu, bagi sebagian para sahabat, waktu hijrah Rasulullah lebih melekat dalam dalam ingatan mereka.
Namun meski awal tahun baru Islam dimulai dari bulan Muharram, bukan berarti Rasulullah hijrah ke Madinah bulan Muharram. Rasulullah hijrah pada bulan Rabiul Awal, 13 tahun setelah kenabian. Penetapan bulan Muharram karena, sejak dahulu, meski tidak memiliki kalender tetap, orang-orang Arab sudah menetapkan nama-nama bulan, yang secara susunan dimulai dari bulan Muharram.
Itulah sejarah tahun baru Islam. Semoga tahun baru Islam 1447 H. menjadi momentum bagi kita untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Amin Ya Rabbal alamin.
(Sekretaria Ponpes Aulia Cendekia Pekanbaru, 01, Muharram, 1447 H.)
Refrensi:
الهجرة مبدأ التأريخ العام في الإسلام
كتب أبو موسى الأشعري إلى عمر بن الخطاب كتابًا يقول فيه: “إنه يأتينا منك كتب ليس لها تاريخ”. فجمع عمر الناس يستطلع رأيهم فيما يكون به التأريخ” فقال بعضهم: أَرَّخ بالمبعث، وقال بعضهم: أرخ بالهجرة، فقال عمر: “الهجرة فرقت بين الحق والباطل، فأرّخوا بها”.
يقول عمر بن الخطاب: “الهجرة فرقت بين الحق والباطل”، وهذا إشارة منه إلى المزية التي استحقت بها الهجرة أن تكون مبدأ التأريخ العام في الإسلام، فإن الدعوة إلى الإسلام كانت تلاقي في مكة معارضة، وعقبات توضع في سبيلها، وأخذت بعد الهجرة حريتها كاملة، ولم يستطع أحد أو جماعة الوقوف في طريقها، وكانت الدعوة بمكة تسير في طريق النجاح رويدًا رويدًا، وأخذت بعد الهجرة تنتشر بسرعة، فلم يمض عليها عشر سنين حتى عمت الجزيرة، وانضوى إلى الإسلام ملوكها ورؤساؤها وقبائلها فوجًا عقب فوج، وكان المشركون يبسطون ألسنتهم وأيديهم إلى المسلمين بالأذى، بالهجرة تخلصوا من ذلك الأذى، وأصبحوا في أمن ليس لذي قوة عليهم من سبيل.
_________
(١) مجلة “الهداية الإسلامية” – الجزآن السابع والثامن من المجلد الرابع عشر الصادران في المحرم وصفر ١٣٦١ هـ.
موسوعة الأعمال الكاملة للإمام محمد الخضر حسين ٣/ ١/١٩٢ — محمد الخضر حسين (ت ١٣٧٨)